Kamis, 13 April 2017

Day 3 #30DWC

Kamu Kapan?
         
          Apa coba yang bisa kulakukan sekarang jika semuanya mulai menyerangku dengan  pertanyaan yang sama? Geram, kesel dan baper berkumpul jadi satu. Semuanya dikarenakan oleh satu pertanyaan pamungkas yang sukses membuat hariku sedikit menggalau “ Kamu kapan nyusul”.
              Hal ini kembali menjadi trending topik di kantor, disebabkan teman serumahku yang juga rekan kerja bulan ini akan  mengakhiri masa lajangnya. Dia yang notabene umurnya jauh lebih mudah dariku dan akan segera memasuki kehidupan yang baru. Jujur saja ada sedikit iri namun tetap mencoba membesarkan hati “Belum waktumu, sabar dan tetap positif thinking” bisikku meyakinkan diri sendiri.
“Kita nanti berangkatnya bareng yah!” Mba ritha teman sekantor mengganggu konsentrasi.
“Iyya Mba.” Jawabku pelan
“Tuh, adek bungsumu aja sudah, masa kamu kalah.” Salah satu atasan menimpali
“In shaa Allah Pak,” jawabku pelan “mohon doanya saja.” Lanjutku sembari menebar senyum.
“Dia mah diam-diam, ujung-ujungnya nyebar undangan.” Brono, rekan kerja ikut nimbrung.
“Aamiin.” Jawabku dengan penuh kekhusyuan
Sebenarnya aku tak mau terlalu memikirkan tentang menyempurnakan separuh agama itu, toh jika waktunya telah tiba semuanya akan berakhir seperti yang seharusnya. Namun situasi yang tercipta itu, entah kenapa mempengaruhi hatiku yang memang lagi kosong.
“Tenang Mba, jangan terburu-buru, pilih yang benar-benar terbaik untukmu.” Mba ritha membesarkan hati.
“Iya, itu tuh benar-benar peristiwa penting, jangan sampai salah melangkah dan salah pilih!” Mba Ina juga ikut menimpali.
Aku hanya bisa meresapi setiap kata yang mereka ucapkan. Mereka toh sudah menjalani kehidupan itu dan tentunya mereka lebih tahu. Bukankah menikah itu bukan tentang siapa cepat atau duluan, namun yang mampu mempertahankan pilihannya itu hingga sehidup dan sesyurga.

#DayThree,30DaysWritingChallenge
#SquadSeven

Tidak ada komentar:

Posting Komentar