Akhirnya kisahmu menemukan
ujung bahagia, ketika dua hati yang saling mencintai akhirnya bersatu dalam
restu Illahi, seiring doa yang melangit semoga saja tetap terjaga selamanya dan
berakhir dengan indah kelak dalam jannahNya.
Aku bahagia untukmu dengan
segenap jiwa, aku terharu pada akhirnya kamu menemui takdirmu, separuh agama
telah terpenuhi dan menjadi tugas kalian untuk menjaga separuh lainnya.
Keputusan yang begitu cepat dan
aku tahu seminggu sebelum hari bahagiamu. Cukup kaget dengan keputusan yang
kamu ambil, keberanian yang patut dicontoh untuk orang dewasa sepertiku yang
masih saja gamang dan bertingkah kekanakan dan
sedikit kecewa karena tak melibatkanku dalam proses menjelang acara
sakralmu.
Aku mungkin menjadi saudari yang
begitu protektif terhadapmu, begitu banyak bicara. Aku lakukan itu untuk
menjagamu dari hal buruk, setidaknya menurut sepengetahuanku. Kau tahu aku
menyayangimu layaknya adik yang tak pernah kumiliki, tak ingin melihatmu
terjatuh.
Dan kamu telah menentukan
pilihan, semoga ini yang terbaik untukmu. Kebahagiaan yang kau idamkan akan kau
rasakan dan memenuhi rongga hati dan bersama dalam keseharianmu kelak. Maaf
untuk semua khilaf, tingkah laku dan ucapan yang melukai hati. Selamat menempuh
hidup baru, semoga Allah selalu memberkahi dan meridhoi keluarga kalian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar