Minggu, 23 April 2017

Day 13 of 30DWC

Klepto Cantik Part 1


          Aku berusaha meredam emosi kakak, kekesalannya sudah mencapai batas. Emosinya harus didinginkan terlebih dahulu.
          “Biar aku yang menghadapinya. Kakak di sini saja!” kataku kemudian meninggalkan kakak yang masih marah.
          Kemarahannya bisa dimaklumi, ponselnya telah menghilang dikarenakan ulah anak didik sendiri. Awalnya aku tak ambil pusing ketika kakak heboh kehilangan ponsel, toh itu hanya ponsel jadul dan tak terlalu berharga. Aku pikir dia hanya salah taruh di suatu tempat hingga pada akhirnya beberapa  kejanggalan bermunculan dan diambil kesimpulan bahwa ponsel itu telah dicuri.
          Kemarin sore rumah kami kedatangan anak didik kakakku yang ingin belajar lebih intens. Empat orang dara datang dan menghabiskan sorenya di rumah dengan mengotak-atik rumus matematika. Tak ada yang janggal ketika itu. Diantara keempat orang itu, dua diantaranya adalah keponakan kami.
          “Jadi bukan kamu yang mengambilnya?” aku bertanya sembari menatap mata gadis muda di depanku.
          “Bukan aku Tante, mana mungkin aku sejahat itu. Kalian itu kan tanteku, mana mungkin aku menusuk dari belakang.” Dia mencoba menyakinkan.
          “Oke, aku terima.” Kataku memancing “Namun, jika kamu ketahuan berbohong nanti akan ada konsekuensi yang kamu terima.”
          “Baiklah.” Jawabnya santai.
          Aku mencoba pendekatan lain, aku harus mendapatkan pengakuan.
          “Setiap orang itu pernah melakukan kesalahan, tak ada manusia yang suci. Permintaan maaf dari seseorang yang telah berbuat khilaf itu sangat dihargai dibanding seseorang yang salah namun ngotot dengan kesalahannya,” aku menghela nafas “Tante tidak akan marah jika kamu pelakunya asalkan kamu mengakui dan meminta maaf, kita semua pernah berbuat khilaf.”
          Dia terlihat merenung, matanya menerawang, pandangannya kosong.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar