Kamis, 20 April 2017

Day 10 of 30 DWC

The Last Good Bye (Part Two)

Ternyata menjadi putri dari keluarga terpandang bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak aturan yang harus diikuti. Tidak boleh berteman dengan sembarang orang dan harus menjaga tingkah laku layaknya putri kerajaan yang begitu anggun nan lembut. Untuk apa semua itu jika pada akhirnya hanyalah pencitraan semata. Demi sebuah gengsi keluarga ningrat yang sempurna, yang tak memiliki cela sedikitpun.
Namun penderitaan itu akhirnya berkurang setelah aku menamatkan SMA. Meski aku harus masuk dalam jurusan yang sama sekali tidak kuminati, setidaknya bisa lebih bebas di kota ini, tak lagi berada dalam kungkungan mereka. Melanjutkan cerita sukses keluarga yang berhasil masuk dalam universitas ternama dengan jurusan yang begitu bergengsi adalah titah utama dari Papa, aku tak bisa menolak.
Dan disinilah aku sekarang di ibukota dengan segala keriuhannya. Tempat ini terasa begitu asing bagiku layaknya anak ayam yang baru saja menetas. Aku linglung dan bingung. Meski kedua orang tua memastikan semua kebutuhan terpenuhi namun tetap saja kekhawatiran datang menyergap. Entah bagaimanakah aku akan menghadapi ini semua?
Namaku Winda, anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertama saat ini menetap di Amerika mengikuti suaminya yang bekerja di sana. Kakak kedua adalah seniman yang sibuk wara-wiri keliling indonesia, dia pembangkang paling utama di keluarga kami. Dan aku hanya anak manja, penakut dan kuper yang menjadi tumbal akan keinginan kedua orangtua. Aku harus bisa membanggakan mereka, kata itu setiap hari menghiasi telingaku.
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar