Senin, 24 April 2017

Day 14 of 30 DWC

Klepto Cantik Part 2

Dia terlihat merenung, matanya menatap ke atas seperti tengah memikirkan sesuatu.
“Baiklah, untuk membuktikan bahwa kamu tidak bersalah maka kamu harus melakukan sesuatu,” aku berkeliling “tapi ingat, jika nanti terungkap bahwa kamu pelakunya maka aku akan sangat kecewa. Akan lebih baik jika kamu mengaku khilaf, meminta maaf maka masalah akan selesai dibanding mengelak namun hasil akhirnya mengecewakan.” Aku menegaskan.
Aku masuk ke kamar dan keluar membawa sebuah kitab suci Al Qur’an cara terakhir yang bisa kulakukan.
“Apa kamu bersumpah di atas Al Qur’an ini?”
Dia terdiam, gamang dan aku menunggu.
“Maafkan aku, aku khilaf,” seketika ia bersujud di lantai “aku tak bermaksud mengambil hanya ingin meminjamnya, namun aku takut mengatakan maksudku.” Lanjutnya. Nampak butiran-butiran kecil terjatuh di pipinya.
Aku menarik nafas panjang, ”tak apa, jujur lebih baik.”
“aku tak bermaksud mencurinya. Aku hanya ingin menghubungi teman karena ada sesuatu yang harus disampaikan. Maafkan aku!” ia mengiba.
 Dan pada akhirnya pengakuan itu kudapatkan. Rasa-rasanya masalah hampir terselesaikan, ponsel telah kembali. Namun rupanya gadis manis ini memanglah seseorang yang bisa dipercaya. Bukan hanya sekali dia berulah seperti ini, sebuah ponsel baru pernah ditemukan di lemarinya menurut penuturan teman serumahnya. Ditambah pengakuan teman sekelasnya yang harus mengganti rugi duit sumbangan yang tetiba menghilang ketika ditangannya. Sangat disayangkan gadis muda dengan perawakan yang begitu menarik ini memiliki sifat yang kurang baik. Ternyata wajah itu memang bukanlah jaminan bahwa hati akan seindah dengan rupa yang terlihat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar