Klepto
Cantik Part 2
Dia terlihat merenung, matanya menatap ke atas seperti tengah
memikirkan sesuatu.
“Baiklah, untuk membuktikan bahwa kamu tidak bersalah maka kamu
harus melakukan sesuatu,” aku berkeliling “tapi ingat, jika nanti terungkap
bahwa kamu pelakunya maka aku akan sangat kecewa. Akan lebih baik jika kamu
mengaku khilaf, meminta maaf maka masalah akan selesai dibanding mengelak namun
hasil akhirnya mengecewakan.” Aku menegaskan.
Aku masuk ke kamar dan keluar membawa sebuah kitab suci Al Qur’an
cara terakhir yang bisa kulakukan.
“Apa kamu bersumpah di atas Al Qur’an ini?”
Dia terdiam, gamang dan aku menunggu.
“Maafkan aku, aku khilaf,” seketika ia bersujud di lantai “aku
tak bermaksud mengambil hanya ingin meminjamnya, namun aku takut mengatakan
maksudku.” Lanjutnya. Nampak butiran-butiran kecil terjatuh di pipinya.
Aku menarik nafas panjang, ”tak apa, jujur lebih baik.”
“aku tak bermaksud mencurinya. Aku hanya ingin menghubungi teman
karena ada sesuatu yang harus disampaikan. Maafkan aku!” ia mengiba.
Dan pada akhirnya
pengakuan itu kudapatkan. Rasa-rasanya masalah hampir terselesaikan, ponsel
telah kembali. Namun rupanya gadis manis ini memanglah seseorang yang bisa
dipercaya. Bukan hanya sekali dia berulah seperti ini, sebuah ponsel baru
pernah ditemukan di lemarinya menurut penuturan teman serumahnya. Ditambah pengakuan
teman sekelasnya yang harus mengganti rugi duit sumbangan yang tetiba
menghilang ketika ditangannya. Sangat disayangkan gadis muda dengan perawakan
yang begitu menarik ini memiliki sifat yang kurang baik. Ternyata wajah itu
memang bukanlah jaminan bahwa hati akan seindah dengan rupa yang terlihat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar