Rabu, 24 September 2014

Anomali diary

Hmmm, lama tak menjumpaimu. Kangen gak???

Kali ini guwe mau post asal-asalan. Bisa juga dibilang coretan tidak jelas, maklum aje guwe baru belajar nulis.

Kemarin, guwe ke aqiqahan ponakan, yang terlahir ke dunia setelah melalui operasi cesar. Seperti biasa acara aqiqahan di kampung penuh dengan aktivitas melelahkan. Setelah menceburkan diri dalam limpahan makanan, guwe harus duduk manis untuk menetralisir gejala kekenyangan yang melanda. Perut guwe penuh cuy, maklum aja  mata dan perutku tak dapat menahan diri jika melihat makanan yang enak-enak. ckckckck. 

Di acara-acara seperti ini nih biasanya baru bisa kumpul sama keluarga besar, otomatis jiwa keartisan guwe keluar dan membagikan tanda tangan secara gratis. Anehnya mereka menolak mentah-mentah dan pada muntah-muntah, padahal Dian Sastro ama guwe, kerenan juga  gu...........nawan Ivan. hehehehe.

But anyway, setidaknya guwe bisa melepas kangen dan sharing sama mereka. Indahnya memiliki banyak sepupu, apalgi jika mereka membagi ampau dalam jumlah besar. Guwe benar-benar gak masalah dengan hal itu.  Sumpah, biar Lo disambar gledek.

Kalau lagi kumpul-kumpul begitu, udah deh segala macam berita, baik yang menyenangkan dan memerahkan telinga akan keluar. Mulai dari ponakan guwe yang rada oon, sepupu guwe yang mulai kebarat2an atau guwe yang mulai terkenal memiliki hobby paling gress dan anggun di dunia "makan".

Pulang dari sono, dengan gaya bak selebritis gagal manggung, guwe membonceng Ibu Ratu mengunjungi tante guwe yang lagi sakit di kampung sebelah. Kasian guys, setelah berbulan-bulan masih saja sakit betah bersarang di tubuhnya. mohon doanya yah agar beliau kembali sehat.

Sudah dulu deh, lain kali guwe sambung lagi.

Jumat, 15 Agustus 2014

Coretan patah hati sang kejora

Mentari hari ini terasa lebih dingin. 

Mungkin karena hujan yang menemani fajar merekah pagi ini.

Tetiba raut wajah yang sama, yang selama ini menghiasi malam-malamku kembali tergambar dalam pikiran.

 

Ah, wajah itu lagi, kenapa harus kamu lagi. bisikku pada hati yang kian merindu akan hadirnya.

Berhentilah membuang waktumu! bisik hati lagi.

Dia bukanlah seseorang yang pantas untuk kau kenang.

Ada banyak luka yang telah ia torehkan dalam hatimu.

Bahkan sampai berdarah dalam kesendirian dan penantianmu.

 

Kau benar hati, aku ingin melupakannya. 

Menghapus setiap jejak yang pernah ditinggalkannya namun entah kenapa terasa sulit sekali. Wajahnya, matanya, suaranya masih saja selalu hadir di benakku. 

Apa yang harus kulakukan hati?

 

Aku merasa cemburu hati, pada ia yang telah mengambilnya dariku. 

Aku merasa tak berdaya pada takdir yang telah memisahkanku.

Aku merasa lemah tanpa ia di sisiku.

Katakan apa yang harus kulakukan agar bisa menyembuhkan hatiku.



Jumat, 25 Juli 2014

Kekasih mungil





               Kekasih mungilku yang telah pergi meninggalkanku. Meski sudah berbulan-bulan sejak kepergianmu, aku masih saja merindukanmu. Tatapan mata tajammu dan sikap manjamu menjadi sesuatu yang paling membuatku kehilangan.
               Saudara hitammu itu, tinggal dia kini. Kakakmu yang lain juga telah menyusulmu. Dia sekarang telah berubah menjadi kucing liar, pulang ke rumah ketika perutnya keroncongan dan akan pergi setelah kekenyangan. Entah kucing wanita mana yang telah menghipnotisnya.
               Ibumu, Miss Cathy telah beranak lagi. Kali ini empat ekor. Tiga diantaranya mirip denganmu dan satu hitam pekat mirip Mr Pompom.
               Jangan khawatir sayangku. Aku baik-baik saja sekarang meski masih sering merindukanmu.