Selasa, 02 Mei 2017

Day 21 of 30 DWC

A Memory
Aku duduk santai dan membuka sosial media, nampak salah satu teman mengenang kejadian tiga belas tahun lalu. Saat itu kami masih duduk di kelas sebelas di salah satu SMA favorit di kota. Kami sedang mempersiapkan peringatan hari bersejarah di indonesia ‘Hari Pendidikan Nasional’. Aku bersama teman-teman sebaya bersiap menuju kantor Bupati untuk mengikuti upacara besar itu. Saatnya memperlihatkan latihan kami selama beberapa minggu.
            Aku, Yayank dan Afi berangkat bersama, dengan mengendarai bentor kami tiba di tempat acara tepat waktu. Kami bergegas menuju ke tempat yang telah dipersiapkan, nampak teman yang lain sudah tiba di tempat, aku segera menuju posisi, latihan sebentar dan upacara pun di mulai.
            Kami sedang rehat sejenak ketika insiden itu terjadi. Tempat pijakan kami roboh dan  melukai beberapa siswa, aku terselamatkan dikarenakan posisi yang berada di tepi. Sontak kami heboh dan berteriak, guru segera menenangkan dan memberikan pertolongan pertama. Tidak lama kemudian bunyi sirine memekakkan telinga mendekat, yang terluka harus segera diobati.
            Ibu guru dan beberapa teman ikut mendampingi ke rumah sakit. Namun belum reda debaran jantung kami harus menerima kabar yang tak kalah buruknya. Ambulance yang membawa teman kami terlibat kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah sakit. Akhirnya teman dan guru yang mendampingi ikut terluka bahkan lebih parah dari korban jatuh sebelumnya.
            Kami bergegas menuju rumah sakit dengan buliran air mata, takut dan prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami melihat ibu guru yang berdarah dan teman yang terluka di wajahnya tapi anehnya dia yang menenangkan kami. Berusaha meyakinkan bahwa yang terjadi tidaklah seburuk yang kami pikirkan. Dia hanya meminta kami berdoa yang agar semuanya baik-baik saja.
            Dan aku mengenang sosok itu, perempuan yang begitu ramah kepada semua orang, entah itu teman dekat atau hanya sekedar teman biasa. Pembawaannya yang tomboy tak mengurangi kerendahan hatinya. Dia sosok wanita tangguh dengan kebaikan yang menyelimuti hatinya. Semoga saja dia tetap terjaga seperti itu.
            Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga pendidikan kita semakin terbaik.
           

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar