Chika Part One
Aku
menganggap Chika hanya sebagai teman perempuan biasa. Bertemu dan saling
menyapa menanyakan kabar masing-masing, mungkin sesekali kami janjian untuk
makan siang dan berbagi cerita seperti biasanya. Namun selentingan yang
kudengar semakin tak biasa, aku bingung ketika mereka mulai menebarkan berita
yang kurang mengenakkan.
“Ada
hubungan apa kamu sama Chika?” Jay teman
kuliah menyelidik.
“Hanya
teman biasa.” Aku menjawab datar “kamu nakir yah sama dia?” aku menggoda
sembari mengedipkan mata “kasih tahu saja nanti kusampaikan salammu ke dia.”
“Ngaco
aja kamu Nin, dia memang cantik dan bisa dibilang banyak yang suka sama dia
tapi sayang dia kurang waras.” Kata jay.
“Gak
waras gimana maksud lo?” dahiku mengernyit, aku tidak mengerti.
“Ya
iyalah gak waras, perempuan kok suka sama perempuan.” Kata jay, sontak aku
kaget.
“Jangan
ngaco dan sok tahu berlebihan.” aku menimpali.
“Aku
serius Nin!” Jay meyakinkan.
“Dia
belum ngapa-ngapain kamu kan?” Tiara ikut nimbrung.
“Kalian
ini suka menebar isu.” Kataku tak terima.
“Ya
udah kalo tidak percaya, ntar kamu di grepe-grepe sama dia bukan urusan kami
lagi. Kami sudah mewanti-wanti dirimu yah.” Mereka kompak berlalu dan
meninggalkanku sendiri.
Aku
tak mengerti dengan semua ini, bagiku dia adalah sosok teman yang baik. Kadang menjadi
penolong di situasi yang sulit bagiku, dia juga tidak bereaksi berlebihan, memperlakukanku
layaknya teman perempuan biasa dan aku pun sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar