Awal
yang baru
Kuakui
ada rasa sesak menyelimuti hati, air mata rasanya mau menggenang, ada perih
mengiris di dalam dada. Namun keputusan telah ku ambil tak ingin lagi menengok
ke belakang, harus menatap lurus ke depan demi sebuah pengabdian dan cinta yang
suci dari seorang hamba kepada Rabbnya.
Aku
mengakui kesalahan yang telah terjadi, terjatuh dan tenggelam dalam permainan
yang kubuat sendiri, bermain hati dan akhirnya lelah terjebak di dalamnya dan
ingin melepaskan diri. Berminggu-minggu aku memikirkan, biarkan rasa itu
membuai dan akhirnya terlarut dalam rasa yang tak seharusnya, dan kini saatnya
melepaskan semuanya.
Aku
ingin memulai kisah dengan hati yang baru dan dengan jalan yang direstui oleh
Allah. Toh jalan yang kupilih belakangan ini bukan yang tepat, hanya
mengedepankan emosi dan nafsu belaka dan pada akhirnya rasa itu semakin membesar
dan membutakan mataku, menggiring untuk menuju jalan yang tak di ridhoi Rabb. Yah
aku bermain hati dan berbuat dosa dengan permainan itu.
Kini
aku hanya ingin berbuat yang lebih baik, memberikan cinta dan menghamba dengan
sepenuh hati. Tak ingin lagi terjerat dengan kegalauan yang membuat hati
bersedih dan menjauh dariNya. Aku harus fokus bahwa di dunia ini bukan hanya
tentang cinta kepada lain jenis tapi masih ada yang jauh lebih penting yang
lebih pantas untuk digalaukan daripada masalah hati yang tak jelas seperti itu.
Mengingat
kematian dan bekal yang telah dipersiapkan untuk menghadapinya, masih
sanggupkah kita tertawa sementara bisa saja kain kafan kita telah dipersiapkan.
Dan tentang keadaan umat yang masih saja carut-marut, menjadi bahan fitnah oleh
mereka yang berkuasa dan berduit.
Karena
itulah aku ingin memulai kembali dari awal. Membersihkan hati dari kotoran dan
berbuat yang lebih baik di setiap harinya. Semoga bisa dan istiqomah.
Bismillah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar