Jumat, 15 Agustus 2014

Coretan patah hati sang kejora

Mentari hari ini terasa lebih dingin. 

Mungkin karena hujan yang menemani fajar merekah pagi ini.

Tetiba raut wajah yang sama, yang selama ini menghiasi malam-malamku kembali tergambar dalam pikiran.

 

Ah, wajah itu lagi, kenapa harus kamu lagi. bisikku pada hati yang kian merindu akan hadirnya.

Berhentilah membuang waktumu! bisik hati lagi.

Dia bukanlah seseorang yang pantas untuk kau kenang.

Ada banyak luka yang telah ia torehkan dalam hatimu.

Bahkan sampai berdarah dalam kesendirian dan penantianmu.

 

Kau benar hati, aku ingin melupakannya. 

Menghapus setiap jejak yang pernah ditinggalkannya namun entah kenapa terasa sulit sekali. Wajahnya, matanya, suaranya masih saja selalu hadir di benakku. 

Apa yang harus kulakukan hati?

 

Aku merasa cemburu hati, pada ia yang telah mengambilnya dariku. 

Aku merasa tak berdaya pada takdir yang telah memisahkanku.

Aku merasa lemah tanpa ia di sisiku.

Katakan apa yang harus kulakukan agar bisa menyembuhkan hatiku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar